Booming drifting yang tengah melanda ibukota, melahirkan komunitas baru.
Terutama bagi para remaja yang masih SMP, SMA hingga mahasiswa. Di
komunitasnya, mereka merasa menjadi artis atau selebritis. Bahkan
kemudian mencuat tagline baru ; nggak gaul kalau nggak ngedrift!
Drifting bagi kalangan belia ini telah menjadi mainan berkelas.
Obat tidur
Anak
muda selalu membuat perubahan. Itu benar adanya. Seperti demam drifting
yang terjadi di Jakarta sekarang. Contohnya, Ben Satrio Hutomo, pelajar
SMAN 61 Jakarta Timur. Dia kini dikenal sebagai drifter di sekolahnya.
Trofi kemenangan yang pernah diraihnya pun dipertontonkan kepada seluruh
siswa ketika upacara hari Senin.
Ben pun bangga dibuatnya. “Ya
senang aja. Kan berarti prestasi gue juga dilihat sekolah. Makanya,
kalau saya menyampaikan akan mengikuti event drifting, sekolah langsung
mendukungnya. Izin dan dukungan ini sudah merupakan apresiasi bagi
saya,” ujar kelahiran 4 Mei 1994 ini.
Anak tunggal pasangan
Phill Attwood (Australia) dan Melanie ini pun show off. Meski dari rumah
sekolahnya bisa ditempuh sekitar 10 menit, Ben lebih suka membawa
Nissan Silvia S15 warna kuningnya. Sekalian menyebarkan virus kepada
teman-temannya.
Mico Mahaputra yang masih di bangku SMP Harapan
Ibu, Pondok Indah malah memiliki kebiasan unik. Yakni kalau tidak bisa
tidur, obatnya mesti ngedrift dulu. “Biasanya, pas tengah malam susah
tidur, saya keluar rumah. Tunggu jalanan sepi. Lalu ngedrift dulu deh di
seputaran PIM (Pondok Indah Mall). Abis itu, baru pulang dan bisa tidur
dengan nyenyak hehe,” ujar putra mantan model Ratih Widyawati Ini.
“Yang
lebih penting, saya dikenal di sekolah tak ubahnya selebritis berkat
drifting. Teman-teman banyakyang datang menonton saat saya mengikuti
perlombaan,” ungkap Mico.
Herdiko Setya Putra masih sekolah di
SMA Al-Azhar Pejaten juga makin ngedrift dibanding slalom, motorsport
pertama yang diterjuninya. “Lebih exited sih. Dan saya lebih bangga
disebut drifter dibanding peslalom oleh teman-teman di sekolah,” ujar
andalan Total Achilles Drift Team itu.
M Rayhan Ally, yang
sekolah di SMA High Scope TB Simatupang saking gandrung drifting
langsung membuat manajemen sendiri. Yakni memiliki tim yang menyiapkan
dia saat latihan maupun mengikuti event. Padahal awalnya Rayhan belajar
slalom. “Ah, slalom itu kan buat basic aja. Tujuan utamanya ya ngedrift.
Meski bangga sebagai drifter, namun sebagai pemula saya akan banyak
belajar dari yang lebih senior,” ungkap bungsu dari 3 keluarga H Adus
Ally ini.
Ngedrift di jalanan ibukota sudah menjadi virus baru
M. Hermawan pun tak ragu drifting sebagai hobi yang membawa
kenikmatan. Saking seriusnya, Wawan pun menempati posisi papan atas di
cabang motorsport terbaru ini. Padahal di kejurnas slalom, Wawan
menyabet jawara nasional. “Beda banget ya sensasinya. Juga lebih
menghibur drifting itu,” ujar anak tunggal Firdianti Rosiana.
Alinka
Hardianti, yang selama ini dikenal sebagai peslalom wanita pun sekarang
melirik drifting lebih serius. “Lebih seru aja. Apalagi pacar saya,
Dido (M Rully Armando) banyak membimbing. Padahal dia kan dulu main
gokart dan balap turing. Saya pun sekarang lebih dikenal sebagai drifter
dibanding peslalom di kampus. Drifting telah mawabah ,” ujar mahasiswi
Ekonomi Management Universitas Pelita Harapan Karawaci ini.
Muhammad
Rully Armando malah rela menenggelamkan ’profesi’ sebelumnya sebagai
pegokart dan pembalap turing. Nyatanya, Dido –sapaan karibnya- langsung
bisa melejit sebagai drifter andal. “Seru banget drifting. Dari sisi
entertainment juga menarik dan kita lebih semangat dengan applaus
penonton,” kata Dido.
Rio Saputro Budihardjo sebelumnya dikenal
sebagai pembalap turing. Gelar juara nasional kelas super touring dan
one make race Honda Jazz pun pernah disandangnya. Namun belakangan anak
ke-4 dari lima bersaudara pasangan Irjen (Purn) Arjanto Boediharjo dan
Tribudi Sulistyowati lebih getol main drifting. “Lebih menantang dan
menguras adrenalin,” ujar Rio.
Mahasiswa Universitas Bakrie
Jakarta ini pun melakukan personifikasi kesehariannya dengan mendandani
mobilnya. Yakni Mazda 2 dengan tampilan tak ubahnya drifter dengan
kaki-kaki dan mengganti pelek racing. “Sekarang ini rasanya saya dan
juga teman-teman yang lain merasa nggak gaul kalau nggak ngedrift. Drift
is my blood hehehe,” sebut kekasih Requinda ini.